PERSEPSI
PERSEPSI
PENGERTIAN PERSEPSI
Setiap orang berbeda-beda dalam
memberikan arti dari persepsi, sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Secara etimologi kata persepsi
mempunyai arti tanggapan (penerimaan) langsung dari suatu serapan atau proses
seseorang mengetahui beberapa hal melalui panca indranya.[1]
Atau proses mengetahui atau mengenal objek dan kegiatan objektif dengan bantuan
indra. Sedangkan secara terminologi persepsi mempunyai arti menafsirkan
stimulus yang telah ada dalam otak.[2]
Persepsi dalam arti sempit menurut Levitt yang dikutip Alexsobur adalah
penglihatan, yaitu bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu.[3]
Morgan, King, dan Robinson seperti
dikutip oleh Isbandi Rukminto Adi mengartikan persepsi dengan menunjukkan
bagaimana kita melihat, mendengar, merasakan, mengecap, dan mencium dunia di
sekitar kita.[4]
Sedangkan secara istilah yang
dikemukakan oleh para ahli di antaranya menurut Deddy Mulyana menjelaskan bahwa
persepsi adalah “proses internal yang memungkinkan kita memilih,
mengorganisasikan, dan menafsirkan rangsangan dari lingkungan kita, dan proses
tersebut mempengaruhi perilaku kita”.[5]
FAKTOR-FAKTOR
YANG MEMPEGARUHI PERSEPSI
Persepsi pada prinsipnya
dipengaruhi oleh faktor-faktor internal. Selain itu masih ada faktor lain yang
dapat mempengaruhi proses persepsi, yaitu faktor stimulus itu berlangsung, dan
ini merupakan faktor eksternal. Stimulus dan lingkugan sebagai faktor eksternal
dan individu sebagai faktor internal saling berintegrasi dalam individu
melahirkan persepsi. Agar stimulus dapat dipersepsi, maka stimulus harus kuat,
stimulus harus melampaui ambang stimulus yaitu kekuatan stimulus yang minimal
tetapi sudah dapat menimbulkan kesadaran, sudah dapat dipersepsi olen individu.
Kejelasan stimulus akan banyak berpengaruh dalam persepsi.
Oskamp. S dalam pembahasannya
mengenai persepsi sosial, mengemukakan
bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi dapat dirinci sebagai berikut:
1. Faktor
stimuli yang terdiri dari nilai, familiaritas, arti emosional, dan intensitas
2. Faktor
yang berhubungan dengan ciri-ciri khas kepribadian seseorang.
3. Faktor
pengaruh kelompok.
4. Faktor
perbedaan latar belakang kulturil yang menyangkut antara lain: kekayaan bahasa
dan pembentukan konsep-konsep serta pengalaman khusus seseorang sebagai anggota
kebudayaan tertentu.[6] Read More
Wilson mengemukakan ada beberapa faktor dari luar dan
dari dalam yang mempengaruhi persepsi diantaranya sebagai berikut:
1.
Faktor
eksternal atau dari luar :
a)
Concreteness
yaitu wujud atau gagasan yang abstrak yang sulit dipersepsikan dibandingkan
dengan yang obyektif.
b)
Novelty
atau hal yang baru, biasanya lebih menarik untuk di persepsikan dibanding
dengan hal-hal yang baru.
c)
Velocity
atau percepatan misalnya gerak yang cepat untuk menstimulasi munculnya persepsi
lebih efektif di bandingkan dengan gerakan yang lambat.
d)
Conditioned
Stimuli, stimuli yang di kondisikan seperti bel pintu, deringan telepon dan
lain-lain[7]
2.
Faktor
internal atau dari dalam :
a)
Motivation,
misalnya merasa lelah menstimulasi untuk berespon untuk istirahat.
b)
Interest,
hal-hal yang menarik lebih di perhatikan dari pada yang tidak menarik
c) Need, kebutuhan akan hal tertentu akan menjadi
pusat perhatian[8]
Assumptions,
juga mempengaruhi persepsi sesuai dengan pengalaman melihat, merasakan dan
lain-lain.Nilai adalah ciri-ciri stimuli, seperti nilai subjek
yang mempengaruhi cara stimuli tersebut dipersepsikan. Arti emosional adalah
sampai seberapa jauh stimuli tertentu merupakan sesuatu yang mengancam atau
sesuatu yang menyenangkan atau mempengaruhi persepsi orang yang bersangkutan.
[1]
Tim Penyusun Kamus Pusat Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia. Edisi ke3, (Jakarta:
Balai Pustaka, 2001), hlm. 759
[2]
Ahmad Fauzi, Psikologi Umum, (Bandung: Pustaka Setia, 1999), hlm. 37
[3]
Alexsobur, Psikologi Umum, (Bandung: Pustaka Setia, 2003), hlm. 447
[4]
Isbandi Rukminto Adi, Psikologi Pekerjaan Social dan Ilmu Pekerjaan Social,
(Jakarta: Grafindo Persada, 1994), hlm. 105
[5]
Deddy Mulyana, Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar, (Bandung: Remaja
Rosdakarya, 200), hlm. 16
[6] Ibid,
hlm. 29
[8] Ibid
Comments
Post a Comment